Terlibat Peredaran Narkoba, Kapolsek Payung Ditangkap

 

Narkoba Terlibat Peredaran, Kapolsek Payung Ditangkap
Medan,TifaPapua .net- Kapolsek Payung, Tanah Karo,Sumut,Iptu Samson Susaei Sembiring, ditangkap polisi karena terlibatan dalam peredaran narkoba. Kasat Narkoba Polres Tanah Karo AKP Ras Maju Tarigan,Jumat (10/1), mengungkapkan kasus tersebut berawal dari penangkapan tiga pelanggar narkoba di kecamatan Payung.
Tiga orang yang ditangkap sebelumnya yaitu Dedi Ketaren, Gemuruh Bangun,dan Jonatan Tarigan. Pada saat pengembangan, salah seorang di antara mereka mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari salah satu oknum pejabat kepolisian.
Atas pengungkapan tersebut, kata Ras Maju, pihaknya lantas melimpahkan kasus ini ke Polda Sumut.Hal tersebut dilakukan guna mendapatkan persetujuan integritas Polres Tanah Karo. Pasalnya,jika tetap melanjutkan pemeriksaan, menurut dia, akan menimbulkan spekulasi di kalangan masyarakat.
“Atas perintah pimpinan,berkas yang kami tangani langsung dilimpahkan ke Polda Sumut. Sekarang ini persetujuan oleh Direktorat Narkoba Polda Sumut,” katanya,dilansir Antara.
Kabidhumas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja membenarkan penangkapan oknum yang ditangkap kapolsek tersebut.
“Ya,benar.Saat ini masih diterima di Propam Sumut,”katanya singkat.
Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin angkat bicara terkait penangkapan oknum Kapolsek Payung,Polres Tanah Karo, Iptu Samson Susaei Sembiring (SS) karena terlibat narkotika jenis shabu-shabu.Ia mengakui saat ini anggotanya sudah melakukan penahanan.
“Sekarang yang diterbitkan sudah kami tahan,”katanya,Jumat (10/1/2020) malam.
Martuani akan diproses Iptu Samson sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.Bahkan, terhadap Iptu Samson, Martuani menyebutkan akan dipidana.
“Yang dibahas juga akan diproses pengadilan,”katanya.
Terpisah, Dirnarkoba Polda Sumut Kombes Pol Hendri Marpaung menyatakan penangkapan Iptu Samson karena terlibat dalam peredaran narkotika jenis shabu.
“Benar, kasusnya masih dalam pengembangan.Oknum polisi sudah meminta dan melakukan Ditresnarkoba dan Bidpropam Polda Sumut,”katanya.
Hendri mengatakan pengungkapan kasus itu berawal saat polisi menangkap tiga orang pengedar narkoba seperti DK,GB, dan JT di warung di seputaran jembatan Kambing,Kecamatan Payung, Kabupaten Karo,pada Sabtu (28/12/2019).
“Dari penangkapan itu disita barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 3,1 gram,dua buah alat isap sabu atau bong,timbangan elektrik,serta uang tunai,” katanya.
Kemudian,petugas langsung melakukan pengembangan dari penangkapan tiga tersangka.
Dari hasil pemeriksaan, tersangka DK menerima barang haram tersebut diperoleh dari Kapolsek Payung Iptu Samson.
“Tersangka diterima sudah 5 kali bertemu dengan polisi oknum ini, 4 kali menerima barang dan 1 kali menerima pembayaran 50 gram sabu,” katanya.
Mendapat keterangan tersebut, petugas langsung bergerak cepat dan memanggil Kapolsek Payung, Iptu Samson di kantornya. Selanjutnya oknum polisi yang dibawa ke Polda Sumut untuk dilakukan pemeriksaan.
“Saat ditangkap, petugas juga menyita uang pembelian sabu sebesar Rp30 juta dari oknum polisi ini. Jadi oknum polisi ini sudah kita tahankan mulai 6 Januari 2020,” katanya.
Masih menerima Hendri, Iptu Samson baru menerima bulan sebagai Kapolsek Payung dan sempat menyangkal bahwa terlibat narkoba. Padahal, kata Hendri, hasil tes urine dari Iptu Samson dinyatakan positif menggunakan narkoba.
“Oknum polisi ini baru menjalankan tugas sebagai Kapolsek Payung. Saat diambil keterangannya, dia menyangkal. Ya boleh-boleh saja dia menyangkal, itu hak dia,” terangnya.
Kasus ini, katanya, masih dalam pengembangan lanjut. Namun, akibat terlibat peredaran narkoba,Iptu Samson terancam dipecat atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PDTH).
“Sesuai ketentuan UU Kepolisian tentang anggota polisi jika meminta tindak dengan hukuman lebih dari 4 tahun,maka dia akan meminta tidak layak menjadi anggota Polri atau dipecat,” tegasnya. ( Satria )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *