Diketahui,dua penumpang KM Ciremai diduga terinfeksi Virus corona

Diketahui,dua penumpang KM Ciremai diduga terinfeksi virus corona 

Sorong,TifaPapua.net ||Pemerintah kota Sorong,belum mengeluarkan larangan terhadap kapal putih dan pesawat ke kota Sorong Papua Barat

Namum, setelah mendapat informasi tentang dua orang penumpang KM Ciremai yang diduga positif terinfeksi corona virus, maka wali kota Sorong Lambert Jitmau berencana akan mengambil langkah untuk melarang kapal putih dan pesawat masuk ke kota Sorong.

“Ada tujuh kapal putih yang dalam satu minggu masuk bergantian di kota Sorong, sudah pasti banyak penumpang juga yang masuk di kota Sorong dan resiko juga bertambah, nanti saya pikirkan secara baik, saya juga punya kewenangan dan keberanian untuk membatasi kapal, baik melalui udara maupun melalui laut,” ujar wali kota Lambert Jitmau, Rabu (25/3).

Diketahui,dua penumpang KM Ciremai diduga terinfeksi corona virus (Covid-19). Kedua penumpang tersebut, masing-masing berangkat dari pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan pelabuhan Makassar.

Keduanya berdasarkan hasil pemeriksaan tim KKP Sorong yang dilakukan di atas KM Ciremai, didapati suhu tubuh kedua penumpang tersebut berada di atas rata-rata 37.2 dan 37.3 derajad celcius.

Berdasarkan pantauan media ini, setelah mendapat informasi tentang penumpang yang diduga terinfeksi virus mematikan tersebut, membuat masyarakat spontan menolak KM Ciremai untuk sandar di dermaga Sorong.

Atas kejadian itu, kapal tersebut sempat berlabuh di laut dan tidak diizinkan sandar di pelabuhan. Hal itu dilakukan karena ada ketakutan dari wali kota Sorong terkait penyebaran Covid-19 itu.

Terkait hal itu, tim KKP bersama Satgas Penanggulangan COVID-19 Kota Sorong, bergerak menuju KM Ciremai yang berlabuh untuk melakukan pemeriksaan terhadap penumpang dan anak buah kapal.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, ditemukan lima penumpang dengan suhu tubuh diatas rata-rata. Dimana dari lima penumpang tersebut, 2 orang merupakan penumpang tujuan Sorong, sedangkan 3 penumpang lainnya tujuan Manokwari dan Jayapura.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun media ini, penumpang yang diduga terpapah corona virus itu, kini sudah mendapat pengawasan langsung oleh pihak KKP dan tim Satgas Penanggulangan COVID-19 Kota Sorong dan langsung dikarantina selama 14 hari dengan pengawasan ketat.

Kedua penumpang tersebut,terdeteksi memiliki suhu tubuh diatas rata-rata yakni 37,2 derajat celcius dan 37,3 derajat celcius, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim KKP Sorong bersama Tim Satgas Penanggulangan COVID-19 Kota Sorong, diatas kapal, Rabu (25/3).

KM Ciremai yang seyogyanya sandar dan berlabuh di Pelabuhan Sorong sekitar pukul 14.00 WIT, terpaksa harus berlabuh di Perairan Sorong sekitar 2 jam lamanya. Sembari menunggu sampai ada keputusan, bahwa kapal diperbolehkan sandar. Sementara kapal berlabuh ditengah laut, Petugas KKP bersama Tim Satgas langsung bergerak cepat, dengan menggunakan speedboat mendatangi kapal tersebut. Petugas KKP kemudian naik diatas kapal dan langsung melakukan pemeriksaan terhadap para penumpang dan para anak buah kapal (ABK) KM Ciremai.

“Sebelumnya memang saya melarang kapal untuk sandar di pelabuhan sorong, tapi setelah rapat dengan pihak KSOP Sorong, Pelindo dan Pelni, kami sepakat kapal ciremai boleh sandar di pelabuhan. Mengingat didalam kapal ciremai ini, ada sekitar 300 penumpang tujuan sorong dan mereka merupakan warga dari sorong raya,” ungkap Wali Kota Sorong Lambert Jitmau.

Menurut Lambert,KM Ciremai merupakan kapal terakhir yang akan sandar di Pelabuhan Sorong dan tidak kapal penumpang lagi yang diijinkan sandar di Pelabuhan Sorong. ”
Kapal ini yang terakhir sandar di pelabuhan sorong,” tegasnya.
Mobil milik KKP Sorong yang mengangkut dua penumpang terindikasi COVID-19, foto : Yanti

Pantauan media ini, setelah dilakukan rapat antara Wali Kota Sorong bersama Kepala KSOP Sorong, Kepala Pelindo, Kepala Pelni, Kapolres Sorong Kota dan Dandim 1802/Sorong, baru kemudian KM Ciremai diijinkan sandar dan berlabuh untuk menurunkan penumpang di Pelabuhan Sorong sekitar pukul 17.00 WIT. Tampak Kapolres Sorong Kota, Dandim, Tim Satgas dan para petugas dari KKP melakukan pengawalan ketat terhadap rombongan dan dua orang penumpang yang terindikasi COVID-19, saat turun di Pelabuhan Sorong. Selain itu, mobil ambulance milik KKP Sorong juga diterjunkan didalam areal pelabuhan.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini, kedua orang penumpang tersebut langsung masuk karantina, selama 14 hari dengan pengawasan KKP dan Tim Medis Kota Sorong.(Arik/Res)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *