Proyek Terminal Type B Bintuni Molor,Kontraktor Addendum Waktu



Kadis Perhubungan Papua Barat,Agustinus Kadakolo : “memang benar ada keterlambatan,tetapi belum mendapat keterangan dari bidang perhubungan darat sebagai bidang theknis.”

Manokwari,Tifa Papua ||Pembangunan terminal type B Dinas Perhubungan Propinsi Papua Barat berlokasi di SP 1 Kabupaten Teluk Bintuni terlambat,PT.Papua Inggorosai Permai selaku kontraktor tidak bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.
Terminal type B yang ada di lokasi SP 1 itu dibangun untuk fasilitas transit sesuai dengan kegunaannya.”ini dipastikan terlambat karena sesuai kontrak kerja yang tercantum pada papan proyek berakhir tanggal 22 Oktober tahun 2020,”
Proyek yang dikerjakan PT.Papua Inggorosai Permai diketahui Miliran Rupiah itu,bersumber dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat,Nomor Kontrak : 55/10.SP/DISHUB-PB/V/2020,tanggal kontrak 25 Mei tahun 2020 dengan jangka waktu 150 hari.Dari komunikasi yang dilakukan tim media ini,hingga tanggal 12 Januari tahun 2021 rekanan baru menyelesaikan sekitar 96 persen pekerjaan.
Pengawas Lapangan PT.Papua Inggorosai Permai,Andre mengaku pekerjaan yang ada tinggal enam persen atau finisin.Banyak yang di kerjakan seperti pekerjaan jalan,talut,box culvert dan bangunan terminal.”kata Andre saat di temui tim media,ini di lokasi kerja.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat,Agustinus Kadakolo mengatakan,denda atas keterlambatan pekerjaan akan berlaku efektif sesuai waktu yang tertuang dalam kontrak.Dinas memberikan waktu agar pekerjaan yang belum rampung bisa diselesaikan.
“saya sudah perintahkan Bidang Perhubungan Darat,untuk segera periksa fisik hasil pembangunan dan mereka (staf) akan kesana berapa hari kedepan.Memang benar pekerjaan terminal type B yang berlokasi di SP 1 kabupaten teluk bintuni terlambat,namun saya (Kadis) belum mengetahui alasan keterlambatan itu,karena belum ada laporan terperinci dari staf.”kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat,Agustinus Kadakolo di ruang kerjanya,Senin (25/1/2021)
Selain itu,ia juga mengaku,kesal terhadap PT Inggorosai Permai sebagai rekanan tidak mampuh menyelesaikan pekerjaan tepat waktu sesuai kontrak.Namun,demikian akan di cek penyebab keterlambatan berdasarkan kronologis lapangan.”ujarnya.
Apapun alasannya, denda atas keterlambatan waktu tetap dilaksanakan sesuai dengan Sanksi mengenai denda keterlambatan proyek per hari diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Pasal 120 Perpres itu mengatur, penyedia barang/jasa yang terlambat menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu sebagaimana ditetapkan dalam kontrak, dapat dikenakan denda keterlambatan sebesar 1/1000 (satu per seribu/permil) dari harga kontrak atau bagian kontrak untuk setiap hari keterlambatan dan tidak melampaui besarnya jaminan pelaksanaan.

Kadis juga, mengaku tidak mengetahui alamat dan nilai kontrak proyek tersebut. ”saya, tidak mengetahui alamat kantor kontraktor dan nilai kontraknya.Sebab,kata Kadis setelah proyek tersbut lelang dan mulai kerja kontraktor tersebut tidak pernah datang untuk berkoordinasi.”katanya.(Res)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *