Pemprov PB Tepis Tudingan Walkot Sorong


Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Papua Barat, Frederik DJ Saidui

Manokwari,Tifa Papua || Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat,tepis pernyataan Wali Kota Sorong.

Penerima bantuan Tangan Kasih sesuai data yang diusulkan oleh dinas tenaga kerja masing-masing pemerintah kabupaten/kota berdasarkan SK bupati atau walikota daerah tersebut.Hal ini,ditegaskan Pemprov Papua Barat dalam keterangan pers yang dilansir Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Papua Barat, Frederik DJ Saidui, Selasa (02/02/2021).

Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Papua Barat, Frederik DJ Saidui,melalui telepon selulernya,kepada media ini,Selasa (2/02/2020),dengan tegas mengatakan,pernyataan Walikota Sorong tidak benar,sebab pemberian bantuan tangan Kasih berdasarkan usulan instansi teknis masing-masing daerah.

“Pemberian bantuan sesuai data Yang telah disampaikan atau diusulkan oleh pemerintah daerah melalui dinas teknis.kami tidak tambah dan tidak kurangi.Kalaupun,ada perlu di cek kembali letak kekurangannya.”sebut kadis.

Khusus untuk Kota Sorong, daftar penerima bantuan untuk pekerja sektor informal dan formal terdampak Covid-19 itu berdasarkan SK Walikota Sorong Nomor 466.1/44A/2020 tertanggal 27 Juni 2020 dan Nomor 466.1.65/2020 tertanggal 22 Oktober 2020.

kadis,juga menyebut pernyataan tersebut,dapat menyesatkan karena pemberian bantuan tangan kasih sesuai dengan usulan.Semua masyarakat  Papua Barat terdampak covid-19.Maka,pasti menerima bantuan bila namanya dalam daftar yang diusulkan.

“siapa saja yang berhak menerima bantuan sebesar Rp.600 ribu per bulan selama sembilan bulan di tahun 2020,

Seperti diberitakan salah satu media di Papua barat  (papuakini),bahwa bantuan Tangan Kasih oleh Pemprov Papua Barat,melalui lembaga-lembaga keagamaan, secara simbolis oleh Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan,disaksikan Walikota Sorong, Lambertus Jitmau di aula Samu Siret,30 Juli 2020.(Res)

Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Papua Barat, Frederik DJ Saiduikadis Transmigrasi Dan Tenaga Kerja Provinsi Papua Barat,Fredrik DJ Saidui

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *