Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Beranda

Program Unggulan Pariwisata Papua Barat Daya 2026 : Desa Wisata,Ekowisata,dan Digitalisasi Jadi Prioritas

57
×

Program Unggulan Pariwisata Papua Barat Daya 2026 : Desa Wisata,Ekowisata,dan Digitalisasi Jadi Prioritas

Share this article
Example 468x60

Sorong,TifaPapua.net || Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Kepemudaan,Olahraga,Pariwisata,dan Ekonomi Kreatif terus mendorong pengembangan sektor pariwisata melalui sejumlah program unggulan yang akan dijalankan pada tahun 2026.

Baca Juga: Bandara DEO Sorong Gelar Rapat Kesiapan Angkutan Udara Lebaran 2026

Example 300x600

Program tersebut difokuskan pada pengembangan desa wisata berbasis ekowisata,gerakan wisata bersih,serta digitalisasi layanan pariwisata.

Kepala Dinas Kepemudaan,Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Barat Daya,Yusdi N.Lamatenggo, menyampaikan hal tersebut kepada awak media di ruang kerjanya di Sorong,Kamis (12/3/2026).

Menurutnya,pengembangan kampung atau desa wisata menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah guna meningkatkan daya tarik pariwisata sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat kampung.

“Beberapa program unggulan yang akan dijalankan antara lain pemberdayaan kampung sebagai destinasi wisata yang berkualitas,ramah lingkungan,berkelanjutan,serta rendah karbon,”ujar Yusdi.

Ia menjelaskan,pengembangan desa wisata di Papua Barat Daya telah menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir.

Sejumlah kampung wisata bahkan berhasil masuk dalam ajang desa wisata tingkat nasional,di antaranya Kampung Malaumkarta yang masuk 50 besar nasional,kemudian Kampung Masigit yang menembus 21 besar,serta Kampung Nanggo yang meraih penghargaan Harapan II pada tahun 2025.

Pada tahun 2026,pemerintah provinsi kembali mendorong pengembangan dua kampung wisata lainnya yakni Kampung Sigit dan Kampung Friwen agar dapat berkembang dan dikenal luas sebagai destinasi wisata unggulan.

Selain pengembangan desa wisata, pemerintah juga menjalankan Program Gerakan Wisata Bersih yang bertujuan menjaga kawasan wisata dari sampah.

Program ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat agar seluruh destinasi wisata di Indonesia tetap bersih dan nyaman bagi wisatawan.

Di sisi lain,pemerintah provinsi juga mulai mendorong digitalisasi sektor pariwisata guna menyesuaikan perkembangan teknologi.

Melalui sistem digital,wisatawan nantinya dapat dengan mudah memesan hotel atau homestay,membeli tiket destinasi wisata, serta memperoleh berbagai informasi wisata secara cepat.

Yusdi menambahkan,peningkatan konektivitas transportasi juga menjadi faktor penting dalam pengembangan pariwisata,terutama setelah Bandara Domine Eduard Osok ditetapkan sebagai bandara internasional.

Artikel Terkait: Dari Maluku Utara ke Raja Ampat, Institut USBA minta negara konsisten tegakkan hukum lingkungan

Ia berharap dengan dukungan pemerintah, masyarakat,serta pemangku kepentingan lainnya,sektor pariwisata di Papua Barat Daya dapat berkembang pesat dan menjadi salah satu motor penggerak perekonomian daerah di masa mendatang.(TifaPapua.net/Resnal Umpain)

Example 300250
Example 120x600