Sorong,TifaPapua.net || Informasi yang beredar di tengah masyarakat terkait penangkapan dalam kasus dugaan skandal bahan bakar minyak (BBM) di Sorong menimbulkan polemik.
Baca Juga : Perwira Polisi Diduga Terima Setoran Mafia BBM di Sorong,Kuasa Hukum Minta Pengusutan Transparan
Pasalnya,oknum polisi yang melakukan penindakan justru disebut-sebut juga terlibat sebagai “pemain”dalam distribusi BBM ilegal tersebut.
Kabar ini mulai mencuat pada pertengahan April 2026,setelah sejumlah warga menyampaikan adanya aktivitas penangkapan terhadap pelaku penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Namun,publik kemudian mempertanyakan integritas aparat yang melakukan penangkapan,karena muncul dugaan keterlibatan oknum tersebut dalam jaringan yang sama.
Sejumlah sumber di lapangan menyebutkan bahwa praktik distribusi BBM ilegal di Sorong telah berlangsung cukup lama dan melibatkan berbagai pihak.
Warga menduga adanya permainan antara oknum aparat dengan pelaku usaha BBM ilegal,sehingga praktik tersebut sulit diberantas secara menyeluruh.
“Informasi yang kami dengar,yang tangkap itu juga diduga bagian dari jaringan. Ini yang membuat masyarakat bingung dan tidak percaya,”ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Hingga saat ini,belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kebenaran isu tersebut.
Namun,desakan publik semakin menguat agar dilakukan penyelidikan secara transparan dan independen untuk mengungkap fakta sebenarnya.
Pakar hukum menilai,jika dugaan ini terbukti benar,maka hal tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap kode etik dan hukum yang berlaku.
Aparat penegak hukum diharapkan dapat bertindak profesional dan tidak terlibat dalam praktik ilegal.
Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
Artikel Terkait: Oknum Perwira Polri di Sorong Diduga Terima Suap Dari Mafia BBM
Masyarakat berharap adanya langkah tegas dari pihak berwenang untuk menindak siapa pun yang terbukti terlibat,tanpa pandang bulu.(TifaPapua.net/Resnal Umpain).







