Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Hukum & Kriminal

Operasi Militer di Omukia 19–23 April 2026, Warga Mengungsi dan Rumah Dilaporkan Dibakar

28
×

Operasi Militer di Omukia 19–23 April 2026, Warga Mengungsi dan Rumah Dilaporkan Dibakar

Share this article
Example 468x60

Papua,TifaPapua.net || Operasi militer dilaporkan terjadi di Distrik Omukia, Kabupaten Puncak,sejak 19 hingga 23 April 2026.

Baca Juga : Jaringan Ganja Papua Nugini Terbongkar,Polisi Ringkus Tiga Pelaku di Sorong

Example 300x600

Informasi tersebut disampaikan dalam siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB melalui Saluran TPNPBNEWS,pada Jumat,24 April 2026.

Dalam laporan itu disebutkan,operasi bermula dari pengerahan aparat militer dari Kota Ilaga menuju Omukia,kemudian dilanjutkan dengan penyisiran dari rumah ke rumah.

Menurut keterangan TPNPB,pada 20 April sekitar pukul 15.20 WIT,operasi meluas ke sejumlah kampung seperti Pinapa,Gilini, Kingobak,Ingernok,dan Tanah Merah.

Disebutkan terjadi penembakan di area permukiman serta perusakan rumah warga. Situasi tersebut membuat warga sipil melarikan diri ke hutan dan sebagian mengungsi ke pusat distrik di Ondugura.

TPNPB juga melaporkan bahwa para pengungsi di Ondugura terus dipantau menggunakan drone,sementara kampung-kampung yang ditinggalkan diduduki aparat untuk operasi lanjutan.

Hingga 23 April,suara tembakan dilaporkan masih terdengar dari pagi hingga sore, disertai dugaan pembakaran rumah warga di beberapa kampung.

Selain di Omukia,laporan yang sama menyebut operasi militer juga terjadi di Distrik Kembru pada 12–15 April 2026.

TPNPB mengklaim operasi tersebut menyebabkan korban jiwa,luka-luka,serta pengungsian besar-besaran,termasuk di kalangan anak-anak dan ibu hamil.

Melalui siaran pers tersebut,TPNPB menyatakan operasi militer tidak akan menyelesaikan persoalan politik di Papua.

Mereka meminta pemerintah Indonesia membuka ruang dialog yang dimediasi pihak netral.

Selain itu,TPNPB juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan lembaga kemanusiaan internasional untuk membantu puluhan ribu warga yang disebut mengungsi akibat konflik.

Artikel Terkait: Irene Manibuy Tegaskan Musrenbang Teluk Bintuni Harus Berdampak Nyata bagi OAP

Hingga berita ini diturunkan,belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah maupun aparat keamanan terkait laporan tersebut.(TifaPapua.net/Resnal Umpain).

Example 300250
Example 120x600