Berita

Atasi Keterbatasan Ekonomi, Pemkab Raja Ampat Siapkan Rp 18 Miliar untuk Afirmasi Pendidikan 2026

13
×

Atasi Keterbatasan Ekonomi, Pemkab Raja Ampat Siapkan Rp 18 Miliar untuk Afirmasi Pendidikan 2026

Share this article
Example 468x60

TIFAPAPUA.NET, RAJA AMPAT – Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, menegaskan komitmen Pemerintah Daerah menjamin akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah, sekaligus menjawab tantangan latar belakang ekonomi masyarakat yang terbatas.

Hal itu disampaikan Bupati saat menjelaskan program Afirmasi Daerah yang digulirkan Pemkab Raja Ampat, sebagai pelengkap kuota afirmasi pemerintah pusat yang jumlahnya terbatas.

Example 300x600

“Pertanyaannya, setelah lulus SMK/SMA anak-anak kita ingin melanjutkan kuliah atau sekolah lagi, biayanya dari mana? Kita sadari latar belakang ekonomi masyarakat kita. Kuota afirmasi pusat terbatas, sehingga kita berinisiatif membuat Afirmasi Daerah,” ujar Bupati.

Program ini bertujuan menutup akses pendidikan agar putra-putri Raja Ampat bisa melanjutkan studi, sekaligus menekan angka pengangguran di daerah. Seluruh biaya semester dan biaya pembangunan perguruan tinggi ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Daerah, sedangkan biaya hidup menjadi tanggung jawab masing-masing orang tua.

Pada tahun 2025, program yang baru digulirkan ini telah mengirim 92 mahasiswa ke berbagai perguruan tinggi di Salatiga dan 37 mahasiswa ke Yogyakarta dengan anggaran yang telah disiapkan mencapai Rp5 miliar.

“Kami akan evaluasi dalam setahun berapa biaya yang benar-benar dibutuhkan. Jika dirasa kurang, akan kami tambahkan sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Untuk tahun 2026, Pemkab Raja Ampat menaikkan target anggaran menjadi sekitar Rp18 miliar. Kenaikan ini merespons lonjakan peminat yang hingga saat ini sudah mencatat lebih dari 500 calon peserta yang mendaftar.

Mekanismenya, calon penerima manfaat wajib mendaftar melalui Dinas Pendidikan. Setelah terdaftar, Dinas Pendidikan akan memantau perkembangan akademik mereka setiap semester.

Bupati juga menegaskan program ini disiapkan untuk menjawab kebutuhan tenaga ahli daerah, termasuk tenaga medis. “Kita ingin memiliki dokter sendiri. Siapa yang berminat masuk kedokteran, akan kita arahkan dan fasilitasi melalui program ini,” tegasnya.

Example 300250
Example 120x600