Sorong Selatan, TifaPapua.net || Stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di satu-satunya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kompleks Kaliat,Kabupaten Sorong Selatan,kembali ludes pada Kamis (12/2/2026).
Baca Juga : Dirpamobvit Polda Papua Barat Daya Gelar Bimtek,Tekankan Profesionalisme dan Distribusi Personel Sesuai SOP
Kondisi ini memicu keluhan warga yang menilai pasokan BBM tidak stabil dan mengganggu aktivitas harian masyarakat.
Berdasarkan pantauan media ini di lokasi,SPBU Kaliat terlihat dipadati antrean kendaraan sejak pagi hingga siang hari.
Namun menjelang sore, petugas menyatakan stok BBM habis dan pelayanan dihentikan lebih awal.
Situasi tersebut disebut bukan kali pertama terjadi,melainkan berulang hampir setiap hari.
“Pagi sampai siang masih ada. Tapi begitu sore,BBM langsung habis dan SPBU tutup. Ini sudah sering terjadi,”ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Kelangkaan BBM tersebut berdampak luas,terutama pada sektor transportasi dan distribusi kebutuhan pokok.Sejumlah pengemudi ojek,sopir angkutan,hingga pelaku usaha kecil mengaku kesulitan menjalankan operasional karena pasokan BBM tidak menentu.
Aktivitas ekonomi warga pun terhambat akibat keterbatasan bahan bakar.
Warga mempertanyakan kuota serta mekanisme distribusi BBM yang disalurkan ke SPBU tersebut. Mereka mendesak PT Pertamina (Persero) bersama instansi terkait untuk melakukan pengawasan ketat dan audit terbuka guna memastikan distribusi berjalan transparan dan tepat sasaran.
“Kalau setiap hari habis sebelum malam,kami patut curiga.Jangan sampai ada permainan,”kata warga lainnya.
Artikel Terkait: Pertamina Bakal Tindak SPBU di SBT Jika Tidak Taat Jam Operasional
Hingga berita ini diterbitkan,wartawan masih berupaya menghubungi pengelola SPBU Kaliat dan pihak Pertamina untuk memperoleh klarifikasi resmi terkait kuota, jadwal distribusi, serta sistem pengawasan yang diterapkan. (TifaPapua.net/Resnal Umpain)







