Sorong,Papua Barat Daya.TifaPapua.net || Proses pemilihan Ketua Himpunan Pemuda Seram Bagian Timur (HIPMA SBT) Papua Barat Daya di Sorong kembali menuai sorotan.
Baca Juga : Forum Pencaker Waigeo Utara Desak Rekrutmen MBG Raja Ampat Prioritaskan OAP
Dugaan penggelembungan surat suara mencuat setelah ditemukan kejanggalan pada kotak suara sebelum proses pencoblosan resmi dimulai.
Peristiwa itu diungkapkan Said,saksi calon ketua nomor urut 1.Ia menjelaskan kejadian berlangsung saat forum meminta panitia membuka kotak suara untuk simulasi pencoblosan.Saat itu,Said hadir bersama satu saksi lainnya serta panitia pemilihan.
Menurut Said,awalnya kotak suara tampak kosong.Namun ketika hendak ditutup,Sejumlah lembar surat suara tiba-tiba jatuh keluar,”ujarnya kepada media ini.Minggu,(8/2/2026).
Setelah diperiksa,ternyata di dalam kotak sudah terdapat banyak surat suara,bahkan sebagian disebut dalam kondisi tercoblos.Temuan itu,katanya,disaksikan sejumlah peserta forum.
Said menyayangkan sikap panitia yang langsung mengeluarkan surat suara dari kotak dan menggabungkannya dengan surat suara lain tanpa verifikasi.
Ia menilai tindakan tersebut mencurigakan,mengingat total surat suara sah berjumlah 472 lembar dan proses pemilihan belum dimulai.
Kritik juga datang dari tokoh pemuda Seram Bagian Timur,Mahmud Rumatiga.Ia menilai pemilihan Ketua HIPMA SBT di Sorong sudah dua kali gagal dan kerap diwarnai konflik.
Mahmud mendesak Ketua Kerukunan Keluarga Seram Bagian Timur (K2SBT) agar membekukan panitia sementara,menarik SK kepanitiaan,bahkan membubarkannya bila perlu.
Selain itu,Mahmud meminta calon ketua nomor urut 2 didiskualifikasi jika terbukti melanggar kesepakatan forum internal 25 Januari lalu.
Artikel Terakait : Pimpinan DPRK Raja Ampat dan Badan Kehormatan Diduga Acuh Tangani Kasus Asusila Anggotanya Berinisial RS
Ia menegaskan sanksi tegas diperlukan demi menjaga marwah serta kredibilitas organisasi tersebut.(TifaPapua.net/Resnal Umpain).







