Teminabuan,TifaPapua.net || Tumpukan sampah terlihat berserakan di depan Pasar Kajase,Teminabuan,Kabupaten Sorong Selatan.
Kondisi tersebut diduga kuat akibat kekurangan armada pengangkut sampah yang tidak sebanding dengan volume sampah harian di kawasan pasar.
Petugas kebersihan,salah satunya Max Karsau,serta aktivitas pasar yang menghasilkan sampah setiap hari.Hal ini,disampaikan kepada awak media didepan pasar Kajase,Selasa (7/1).
Kekurangan armada pengangkut sampah. Dari awalnya dua unit mobil angkutan sampah,kini hanya tersisa satu unit karena satu unit lainnya mengalami kerusakan, sehingga tidak mampu mengangkut seluruh sampah.
Akibat keterbatasan armada,sampah tidak terangkut secara maksimal dan akhirnya menumpuk di area pasar,mengganggu kebersihan dan kenyamanan masyarakat.
Menurut Max Karsau selaku petugas kebersihan,sebelumnya terdapat dua unit mobil pengangkut sampah yang beroperasi.
Namun saat ini,satu unit mengalami kerusakan sehingga hanya satu mobil yang masih aktif.
“Awalnya ada dua unit mobil angkutan sampah,tapi sekarang satu unit rusak. Tersisa satu unit,itu tidak mampu mengangkut sampah yang banyak,”ujar Max.
Selain persoalan armada,Max juga mengeluhkan soal hak atau upah petugas kebersihan yang dinilai tidak sesuai.
Ia menyebutkan bahwa upah yang diterima hanya sebesar Rp100 ribu per hari.
“Kami minta upah kami dinaikkan dan juga penambahan armada angkutan,”ujarnya kepada media ini.
Kondisi tersebut diharapkan menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar persoalan kebersihan di kawasan Pasar Jakase Teminabuan dapat segera ditangani, baik melalui penambahan armada pengangkut sampah maupun peningkatan kesejahteraan petugas kebersihan.(TifaPapua.net/Resnal Umpain).







