Sorong, TifaPapua.net || Ketua Dewan Adat Papua (DAP) wilayah III Doberay,Ronal Konjol,S.H.meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait segera menertibkan keberadaan koperasi simpan pinjam yang diduga beroperasi tanpa izin resmi di Kota/Kabupaten Sorong – Papua Barat Daya.
Baca Juga : Anggota DPRP Papua Barat Daya Soroti Pengawasan Barcode BBM Subsidi,Minta Pertamina Evaluasi Data Kendaraan
Ia menilai maraknya koperasi simpan pinjam yang tidak memiliki legalitas berpotensi merugikan masyarakat,khususnya masyarakat kecil yang membutuhkan akses pinjaman dana.
Menurut Ronal,pemerintah melalui dinas koperasi dan instansi terkait harus melakukan pengawasan serta penertiban secara tegas terhadap lembaga keuangan yang tidak memiliki izin operasional.
Hal ini penting untuk melindungi masyarakat dari praktik pinjaman yang tidak sesuai aturan.
“Kami meminta dinas terkait segera turun melakukan pendataan dan penertiban terhadap koperasi simpan pinjam yang tidak memiliki izin resmi.Jangan sampai masyarakat menjadi korban karena bunga tinggi atau sistem yang tidak jelas,”ujar Ronal Konjol di Kota Sorong,Sabtu (7/3/2026).
Ia menegaskan bahwa koperasi pada dasarnya merupakan lembaga ekonomi yang bertujuan membantu masyarakat. Namun apabila dijalankan tanpa izin dan tanpa pengawasan pemerintah,maka berpotensi menimbulkan masalah baru di tengah masyarakat.
Ronal juga mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati sebelum bergabung atau meminjam dana dari koperasi tertentu.
Masyarakat diminta memastikan terlebih dahulu legalitas lembaga tersebut melalui dinas koperasi setempat.
“Kami berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas agar kegiatan koperasi di Papua Barat Daya berjalan sesuai aturan dan benar-benar membantu perekonomian masyarakat,”tegasnya.
Artikel Terkait : Koperasi “Nakal” Entitas yang Menyalahgunakan Izin Koperasi Harus Ditindak Tegas
Ronal menegasakan,akan terus mendorong pemerintah daerah agar memastikan setiap aktivitas ekonomi di daerah berjalan tertib, transparan,dan memberikan perlindungan bagi masyarakat Papua.(TifaPapua.net/Resnal Umpain).







