24 Juli 2021

TifaPapua

Penyalur Suara Rakyat

Monitor PeLarangan Mudik,Dinas Perhub Papua Barat Dirikan Posko Di Manokwari

2 min read
Monitor PeLarangan Mudik,Dinas Perhub Papua Barat Dirikan Posko

Foto Kepala Dinas Agustinus Kadokolo Bersama Staf Dinas Perhubungan Informatika dan Informasi Propinsi Papua Barat

Manokwari.TifaPapua,net || untuk memantau,pelarangan mudik jelang hari Raya Idul Fitri.Dinas Perhubungan Papua Barat dirikan Posko Monitoring di terminal Pasar Wosi Manokwari.

Berdasarkan surat edaran dari gugus tugas covid nasinon nomor 12 -2021.tentang pelarangan mudik pada hari raya idulfitri,yang berlaku tanggal 6 -17 tahun ini.
Maka,Posko ini sebagai tempat monitoring,aktivitas mudik oleh masyarakat keluar maupun masuk ke manokwari jelang hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 tahun 2021 M.Hal itu,disampaikan Kepala Dinas Perhubungan,Informatika dan Komunikasi Propinsi Papua Barat Agustinus Kadakolo kepada Media ini,usai meninjau posko monitoring di Pasar Wosi.Sabtu,(8/5/2021).

Monitor PeLarangan Mudik,Dinas Perhub Papua Barat Dirikan Posko
Nampak,Staf Dinas Perhubungan Informatika dan Informasi saat berada di lokasi Posko Monitoring

Posko semacam ini,bukan hanya di Manokwari tetapi seluruh Kabupaten/Kota di Papua Barat.Guna,melakukan pantauan lebih dekat dan secara langsung di lapangan.Monitoring dilakukan bersama sejumlah pihak baik TNI/Polri juga Tim Covid-i9.
Perlu di ketahui bahwa posko semacam ini,di lakukan setiap hari raya.Untuk hari raya Idul Fitri namanya Posko ketupat Mansinam,sedangkan untuk hari raya Natal posko lilin Mansinam.

Selain surat edaran gugus tugas covid-19 Papua Barat,juga adendumnya,tanggal 22 -25 mei 2021 dan peraturan mentri kemenhub nomor 13 tahun 2021,tentang larangan mudik pada hari raya idulfitri.”jelas Kadis.

peraturan tersebut tidak di perbolehkan ada mudik dari luar yang diperbolehkan hanya transporatsi di wilayah Papua/Papua,artinya tidak bisa keluar dan masuk dari luar Papua dan Papua Barat.Jadi,transportasi laut maupun udara tetap jalan dan membawah penumpan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,jaga jarak,pakai masker,cuci tangan,serta mendapat persetujuan Tim Covid-19 bagi calaon penumpang maupun penumpang yang berpengecualian,guna mencegah timbulnya klaster baru atau penambahan covid-19 di hari raya idul fitri nanti.”ungkapnya,sembari berharap masyarakat Papua Barat lebih khusus kaum muslim,boleh menjalani hari raya idulfitri dengan tetap menjalankan protokol Kesehatan,(MAX).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *