Sorong,Papua Barat Daya TifaPapua.net || Proyek Peningkatan Jalan Kurnia–Bandara Segun yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 kini menuai sorotan tajam dari masyarakat.
Baca Juga : Dugaan Kejanggalan Seragam DPR Papua Barat Daya,Paul Finsen Mayor Siap Lapor Kapolri
Pasalnya,dari total panjang pekerjaan sekitar 4 kilometer,baru sekitar 2,5 kilometer yang telah dikerjakan, sementara sekitar 1,5 kilometer sisanya masih berupa jalan tanah dan belum tersentuh pekerjaan fisik,Selasa (20/1/2026).
Pantauan langsung awak media di lapangan menunjukkan kondisi yang memprihatinkan.
Pada ruas jalan yang telah dicor beton, terlihat retakan memanjang,kerusakan di bagian tepi jalan,serta permukaan beton yang tidak rata.
Di sejumlah titik juga tampak sambungan pengecoran yang tidak rapi,bahkan terkesan dikerjakan secara terburu-buru tanpa perlindungan tepi jalan yang memadai.
Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya penanganan yang layak pada bagian transisi antara jalan beton dan jalan tanah.
Perbedaan elevasi dan permukaan yang dibiarkan terbuka tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kecelakaan, khususnya bagi pengendara roda dua.
Saat hujan turun,ruas jalan tanah berubah menjadi lumpur licin yang menghambat mobilitas warga serta aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Proyek ini dilaksanakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Papua Barat dan Papua Barat Daya melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah II Sorong.
Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan dikerjakan oleh kontraktor Pelaksana PT Cempaka Jaya dengan Nomor Kontrak : 23/PKS/BBP JN.9.3/PNK.K-BS/2025 dengan tanggal kontrak 30 Oktober 2025.Namun hingga Januari 2026,pekerjaan belum diselesaikan sepenuhnya.
Pengawasan dari PT Mitra Mandiri Konsultama dan PT Multi Zhekinah Konsultan,dengan masa pelaksanaan 62 hari kalender.
Namun,fakta di lapangan memunculkan tanda tanya besar terkait kualitas pekerjaan dan efektivitas pengawasan teknis.
Retakan pada beton yang masih tergolong baru menimbulkan dugaan bahwa pekerjaan tidak sepenuhnya memenuhi standar mutu konstruksi,baik dari sisi komposisi material,ketebalan beton,maupun proses curing atau perawatan beton pasca pengecoran.
Ketua LSM BARAPEN Papua,Edison Suebu,menyoroti keras kondisi tersebut dan menilai proyek strategis ini berpotensi merugikan negara jika tidak segera dievaluasi secara menyeluruh.
“Kami melihat indikasi kuat lemahnya pengawasan dan rendahnya kualitas pekerjaan.Beton yang baru dicor tapi sudah retak itu patut dipertanyakan. Ini bukan jalan kampung biasa,ini akses menuju bandara yang seharusnya dibangun dengan standar tinggi,”tegas Edison Suebu.
Ia juga mengkritik belum dikerjakannya sekitar 1,5 kilometer ruas jalan yang masih berupa tanah, tanpa penjelasan terbuka kepada publik.
“Kalau anggaran sudah dikucurkan tapi pekerjaan tidak tuntas,ini wajib diaudit.Jangan sampai proyek APBN hanya menjadi formalitas,sementara masyarakat menanggung risiko keselamatan,”tambahnya.
Kondisi ini memicu desakan agar BBPJN Papua Barat dan Papua Barat Daya bersama Satker PJN Wilayah II Sorong serta konsultan pengawas segera melakukan evaluasi menyeluruh.
Ketua LSM BARAPEN meminta adanya audit teknis dan audit mutu guna memastikan penggunaan anggaran negara benar-benar sesuai perencanaan dan spesifikasi teknis.
Selain itu,sejumlah pihak mendorong Inspektorat Jenderal Kementerian PUPR serta Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) untuk turun langsung ke lapangan,guna menilai ada tidaknya kelalaian,pelanggaran prosedur,maupun potensi penyimpangan dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Oleh karena itu,Ia berharap proyek ini tidak sekadar mengejar target fisik,tetapi benar-benar mengedepankan kualitas, keselamatan,dan keberlanjutan infrastruktur.
Untuk memperoleh keterangan resmi, awak media ini telah berupaya mengonfirmasi Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Provinsi Papua Barat melalui sambungan telepon selulernya pada Selasa (20/1/2026).
Artikel Terkait : 2 Terdakwa Kasus Proyek Fiktif Didakwa Rugikan Negara Rp 46,8 M
Dalam keterangannya,Kepala BBPJN Papua Barat menyampaikan bahwa informasi terkait progres pekerjaan peningkatan Jalan Kurnia–Bandara Segun telah dijelaskan oleh Kepala Satuan Kerja (Kasatker) kepada pihak media.(TifaPapua.net/Resnal Umpain).







