Sorong,TifaPapua.net || Ketua Forum Pencari Kerja (Pencaker) Waigeo Utara,Salmos Burdam,meminta agar proses rekrutmen tenaga kerja dan relawan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Raja Ampat dilaksanakan secara profesional,transparan,serta mengutamakan Orang Asli Papua (OAP) dan masyarakat lokal.Pernyataan itu disampaikan melalui pesan WhatShap kepada media ini,Sabtu (7/2/2026).
Baca Juga : Polda Papua Barat Daya Bersihkan Alun-Alun Aimas,Wujud Polri Peduli Lingkungan
Salmos menegaskan bahwa dukungan terhadap program strategis nasional tersebut tetap kuat,namun pelaksanaannya perlu memberi dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat setempat melalui pembukaan lapangan kerja.
Ia merujuk pada Petunjuk Teknis (Juknis) Nomor 401 yang mengatur sedikitnya 30 persen tenaga kerja dan relawan berasal dari OAP atau masyarakat lokal.
“Program Makan Bergizi Gratis ini sangat baik dan kami mendukung. Namun,pelaksanaannya harus adil dan berpihak pada masyarakat lokal, terutama Orang Asli Papua,”ujar Salmos.
Menurutnya,kondisi sosial ekonomi di Raja Ampat masih menghadapi tantangan,terutama terbatasnya kesempatan kerja bagi pemuda yang banyak berada pada kelompok desil 1 dan desil 2.
Karena itu,MBG dinilai dapat menjadi solusi ganda—memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah sekaligus membuka peluang pendapatan bagi keluarga.
Salmos juga mendorong agar mitra pelaksana memprioritaskan sumber daya manusia lokal untuk berbagai posisi,mulai dari ahli gizi,tenaga administrasi dan akuntansi,logistik,transportasi,hingga tenaga dapur.
Ia menilai kompetensi tersebut tersedia di daerah sehingga tidak selalu perlu mendatangkan pekerja dari luar.
Selain itu,ia meminta mekanisme rekrutmen diumumkan secara terbuka dengan alur yang jelas sejak pendaftaran hingga penetapan tenaga kerja dan relawan.”Transparansi akan membangun kepercayaan publik dan mencegah kecemburuan sosial,”katanya.
Meski menyampaikan sejumlah catatan,Salmos menegaskan bahwa Forum Pencaker Waigeo Utara dan pemuda Raja Ampat mendukung penuh Program MBG sebagai upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Artikel Terkait: Korban Tenggelam di Muara Kali Warsamson Ditemukan Tim SAR
“Harapan kami sederhana,program ini dijalankan dengan baik dan adil, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Raja Ampat,khususnya Orang Asli Papua,”tutupnya.(TifaPapua.net/Resnal Umpain).







