RAJA AMPAT, Tifapapua.Net – Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Rico Sia, mendesak pemerintah pusat memberikan perhatian dan dukungan nyata terhadap proses revalidasi status UNESCO Global Geopark (UGGp) Raja Ampat yang sedang memasuki tahap penilaian ulang. Langkah ini dinilai sangat krusial untuk menjaga posisi Raja Ampat sebagai salah satu destinasi bahari terbaik dunia sekaligus mempertahankan daya saing pariwisata Indonesia di kancah internasional.
Seruan tersebut disampaikan Rico saat mengunjungi Pusat Informasi Geopark Raja Ampat di Waisai, Kamis (30/7/2026), dalam rangka kunjungan kerjanya ke Kabupaten Raja Ampat.
![]()
Menurutnya, status UGGp bukan sekadar pengakuan bergengsi semata, melainkan bukti jaminan pengelolaan kawasan yang mengutamakan tiga pilar utama: konservasi alam, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat luas. Oleh sebab itu, proses penilaian ulang ini wajib mendapat dukungan serius dari pemerintah pusat agar Raja Ampat tetap mempertahankan predikat tersebut.
“Raja Ampat merupakan kawasan pariwisata yang sangat eksklusif. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, banyak negara menjadikan sektor pariwisata sebagai sumber utama pertumbuhan ekonomi. Indonesia harus mampu menjaga keunggulan luar biasa yang dimiliki Raja Ampat,” tegas Rico.
Ia juga menyoroti dampak merugikan dari sejumlah isu yang sempat berkembang terkait aktivitas pertambangan di wilayah tersebut. Polemik itu dinilai sempat mengganggu citra Raja Ampat yang selama ini dikenal dunia sebagai kawasan bahari yang murni dan terjaga kelestariannya.
“Beberapa waktu lalu Raja Ampat sangat dirugikan oleh isu-isu terkait pertambangan. Pemerintah pusat harus hadir secara nyata untuk memastikan kepercayaan dunia terhadap Raja Ampat tetap terjaga dan tidak tergoyahkan,” ujarnya.
Selain menjaga reputasi internasional, Rico menekankan bahwa pengembangan pariwisata harus memberikan manfaat ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat hingga ke lapisan terbawah. Ia mendorong pemerintah pusat menyusun kebijakan yang memperkuat posisi pelaku usaha mikro dan kecil yang bergerak di sektor pariwisata—mulai dari pengelola homestay, pemandu wisata, perajin, hingga pelaku ekonomi kreatif.
“Meski pariwisata belum menjadi fokus utama dalam Rencana Kerja Pemerintah Nasional, peluang masih terbuka lebar untuk merancang skema pendanaan maupun nomenklatur program yang menjangkau langsung UMKM berskala mikro. Mereka adalah jantung dari ekosistem pariwisata Raja Ampat,” tambahnya.
Rico menegaskan, keberhasilan mempertahankan status UNESCO tidak hanya diukur dari aspek kelestarian alam semata, melainkan juga seberapa besar dampak positifnya bagi kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan kawasan yang berkelanjutan. Sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama agar Raja Ampat tetap diakui sebagai salah satu geopark terbaik di dunia sekaligus destinasi unggulan kebanggaan pariwisata Indonesia.




