Berita

Rico Sia: Peningkatan SDM Kunci Pariwisata Raja Ampat Berkelanjutan, Kemenpar Dorong Konsep Wisata Berkualitas

19
×

Rico Sia: Peningkatan SDM Kunci Pariwisata Raja Ampat Berkelanjutan, Kemenpar Dorong Konsep Wisata Berkualitas

Share this article
Example 468x60

RAJA AMPAT, Tifapapua.net– Keindahan alam yang luar biasa tidak cukup untuk menjaga kejayaan pariwisata Raja Ampat. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pelaku wisata menjadi kunci utama agar destinasi kelas dunia ini tetap berkembang selaras dengan pelestarian alam dan budaya masyarakat setempat. Hal ini menjadi fokus utama dalam kegiatan Bimbingan Teknis Pengelolaan Destinasi Pariwisata Berkelanjutan yang digelar di Aula Dolphin, Waisai, Kamis (30/7/2026).


Kegiatan diselenggarakan oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata RI bekerja sama dengan Komisi VII DPR RI. Anggota Komisi VII DPR RI Daerah Pemilihan Papua Barat Daya, Rico Sia, hadir dan menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah penting meningkatkan kemampuan pelaku wisata agar mampu mengelola potensi daerah secara profesional dan bertanggung jawab.

Example 300x600

“Investasi terbaik bagi kemajuan pariwisata bukan hanya membangun infrastruktur, melainkan meningkatkan kompetensi masyarakat yang menjadi pelaku utama di lapangan. Pariwisata harus dijaga keberlanjutannya, agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat hingga generasi mendatang,” ujar Rico.

Ia menegaskan pembangunan pariwisata harus menyeimbangkan tiga hal: manfaat ekonomi, kelestarian lingkungan, serta pelestarian nilai budaya yang menjadi identitas Raja Ampat. Sebagai wakil rakyat, ia berkomitmen terus mengawal dukungan program nasional guna memperkuat daya saing pelaku wisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Pariwisata, Prayoga Dirgantara Putra, menyatakan transformasi menuju pariwisata berkelanjutan kini menjadi agenda prioritas nasional. Pengelolaan destinasi wajib menjaga keseimbangan antara aspek lingkungan, sosial-budaya, dan ekonomi agar mampu bertahan jangka panjang dan bersaing di dunia.

“Masyarakat lokal harus menjadi aktor utama, bukan sekadar objek. Lewat pemberdayaan komunitas dan desa wisata, manfaat ekonomi akan mengalir langsung kepada warga yang tinggal di sekitar kawasan wisata,” tegas Prayoga.

Kementerian Pariwisata juga mendorong perubahan orientasi dari sekadar mass tourism (pariwisata jumlah banyak) menuju quality tourism dan regenerative tourism lebih mengutamakan kualitas kunjungan, kesejahteraan masyarakat, serta upaya menjaga dan memulihkan ekosistem. Konsep ini dinilai sangat tepat diterapkan di Raja Ampat yang memiliki kekayaan biodiversitas laut luar biasa dan status kawasan konservasi unggulan dunia.

Example 300250
Example 120x600