24 Juli 2021

TifaPapua

Penyalur Suara Rakyat

Tindak,Dugaan Ujaran Kebencian.Polres Raja Ampat Cari Dan Perikasa Rekan Kerja Akun Evakontener

3 min read

Kegiatan press release Polres Raja Ampat,Oleh Kapolres AKBP Andre JW Manuputti, SIK,

Waisai,Tifapapua.net || Polres Raja Ampat Gelar Press Release Kasus ujaran kebencian di media sosial (Facebook) Terhadap masyarakat raja ampat.

Kegiatan press release di pimpin Kapolres Raja Ampat, AKBP Andre JW Manuputti, SIK, didampingi Kasat Reskrim, IPTU.Wawan Kurnadi,S.Tr.K,Kasubag humas Nasrullah,Anggota Satreskrim ,Jumat (7/5/2021).
“kami terima laporan masyarakat,terkait kasus ujaran kebencian,melalui salah satu akun bernama eva kontener di media sosial,yang duga akun milik seorang pria warga asal Makassar,”

Kapolres AKPB.Adre JW Manuputti,SIK,dalam keterangan Persnya,menjelaskan kronologis kejadian bahwa ujaran kebencian di media sosial (Facebook),yang diketahui pada hari Kamis 6 Mei 2021,Pukul 19.00 Wit,Ketika perwakilan masyarakat Raja Ampat (pelapor),sedang mengakses media sosial (Facebook), Kemudian melihat beranda group Facebook GEMPAR EMAS,terduga akun atas nama Evakontener mengomentari postingan status seseorang yang di muat dalam di group Gempar Emas tersebut.”bebernya.

” Dengan melontarkan kata-kata”lebih baik orang raja ampat papua monyet di Musnahkan di kota Makassar,Kalau saya temui orang raja ampat di kota makassar ku kasih makan sepuasnya habis itu ya.”kutip Kapolres.

Dengan tujuan,pelapor meminta kepada pemilik akun tersebut agar klarifikasi perkataan yang dilontarkan kepada masyarakat Raja Ampat,Kata, pelapor yang juga sebagai orang raja ampat merasa dilecehkan akun Facebook Eva kontener tersebut.Melihat hal itu,pelapor beriniasi melapor kepada pihak kepolisian dan meminta pemilik akun tersebut agar pertanggung jawabkan perbuatannya.

Atas laporan itu,pihak kepolsian Kabupaten Raja Ampat mencari tahu,akun milik seseorang laki-laki atas nama insial R tempat tanggal lahir di Makassar pada tanggal 12 Februari 1983,Jenis kelamin laki-laki, Pekerjaan saat ini tidak bekerja.Menurut hasil investigasi sementara bahwa pemilik akun tersebut,pernah bekerja pada salah satu tokoh bangunan milik Bapak Ahmad beralamat jalan Ahmad Yani depan PLN Waisai.”terangnya.

Usai menerima laporan,Pihak kepolisan dipimpinan langsung oleh Kapolres Raja Ampat AKPB.Adre JW Manuputti,SIK melakukan pertemuan bersama ketua KKSS,dan Tokoh adat suku Maya serta meminta keterangan dari rekan-rekan kerja terlapor,selubelum keluar dari Waisai.

Apabila terbukti,Pelaku dikenakan Pasal 45A Junto Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008, Tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE), Dengan penjara 6 Tahun,denda 1 Miliar.

Selain itu,kapolres juga menghimbau kepada masyarakat sebagai penggunakan Media Sosial,agar lebih bijak menggunakan media Sosial sebagai alat informasi dan transaksi elektronik sesuai pemanfaatannya
Sebab kata dia,Ujaran kebencian bisa berarti tindakan komunikasi yang dilakukan oleh suatu individu atau kelompok dalam bentuk provokasi, hasutan, ataupun hinaan kepada individu atau kelompok yang lain.Ujaran kebencian biasanya menyangkut aspek ras,warna kulit,gender,cacat,orientasi seksual,kewarganegaraan, agama dan lain-lain.
Sedangkan dalam arti hukum Ujaran Kebencian adalah perkataan, perilaku, tulisan, ataupun pertunjukan yang dilarang karena dapat memicu terjadinya tindakan kekerasan dan sikap prasangka entah dari pihak pelaku pernyataan tersebut ataupun korban dari tindakan tersebut.

Website yang menggunakan atau menerapkan Ujaran Kebencian (Hate Speech) ini disebut (Hate Site). Ujaran kebencian dapat berupa penghinaan, pencemaran nama baik,penistaan, perbuatan tidak menyenangkan,provokasi, menghasut, menyebarkan berita bohong. Pidana terhadap ujaran kebencian dilakukan karena tindakan itu bisa berdampak pada tindak diskriminasi,kekerasan,penghilangan nyawa, dan atau konflik social.”Jelasnya.
Atas kasus ini,Kami (Kepolisian Raja Ampat) minta kepada masyarakat Raja ampat untuk tenang,dan tidak terpancing dengan situasi ini.kepercayaan yang telah diberikan Masyarakat Raja Ampat melalui laporan Polisi dengan No LP/38/V/2021/Papua Barat/Res-Raja Ampat, Tanggal 7 Mei 2021 akan kami tindak lanjuti hingga tuntas.”tegas Kapolres,berdarah ambon itu.”(REK).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *