Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Hukum & Kriminal

Video dan Lagu Diduga Cemarkan Nama Baik IPPMKB-KOF Berakhir Damai,Dua Organisasi Sepakat Berdamai

17
×

Video dan Lagu Diduga Cemarkan Nama Baik IPPMKB-KOF Berakhir Damai,Dua Organisasi Sepakat Berdamai

Share this article
Ketua IPPMKB-KOF dan Ketua IKPM Korawesi berjabat tangan usai penyerahan surat pernyataan damai terkait penyelesaian persoalan video viral di Kota Sorong.
Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa dan Keluarga Besar Kofiau (IPPMKB-KOF) menyerahkan surat pernyataan kepada Ketua Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Korawesi (IKPM Korawesi) sebagai bagian dari penyelesaian secara kekeluargaan atas persoalan video dan lagu yang sempat viral di media sosial. Penyerahan dokumen disaksikan para senior dan tokoh masyarakat di Kilometer 9, Kota Sorong, Sabtu (30/5/2026).
Example 468x60

SORONG, TifaPapua.net – Sejumlah video yang viral di berbagai platform media sosial,seperti Facebook dan TikTok,belakangan ini menjadi sorotan masyarakat karena diduga mengandung unsur penghinaan terhadap dua wilayah adat di Kabupaten Raja Ampat,Papua Barat Daya.

Baca Juga : KADIN Indonesia dan KADIN PBD Bersatu dalam Kebaikan Idul Adha

Example 300x600

Video berdurasi sekitar dua hingga tiga menit tersebut beredar luas dan memicu berbagai tanggapan dari warga.

Dalam narasi yang berkembang di masyarakat,video itu diduga dibuat oleh oknum yang berasal dari Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Korawesi (IKPM Korawesi) dan Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa dan Keluarga Besar Kofiau (IPPMKB-KOF).

Selain video yang beredar luas,permasalahan juga berkembang terkait sebuah lagu yang dinilai mencemarkan nama baik IPPMKB-KOF.

Konten video dan lagu tersebut memicu reaksi dari sejumlah anggota organisasi dan masyarakat karena dianggap dapat menimbulkan kesalahpahaman serta mengganggu hubungan persaudaraan antarwarga yang berasal dari wilayah adat Raja Ampat.

Menanggapi polemik yang berkembang,pengurus IKPM Korawesi dan IPPMKB-KOF bergerak cepat untuk meredam situasi dan mencegah persoalan semakin meluas.

Upaya penyelesaian dilakukan melalui dialog dan musyawarah yang melibatkan seluruh pihak terkait.

Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman salah satu pengurus senior di kawasan Kilometer 9,Kota Sorong,pada Sabtu (30/5/2026).

Dalam pertemuan itu, seluruh pihak yang berkaitan dengan persoalan video dan lagu yang viral di media sosial dihadirkan guna mencari solusi terbaik.

Setelah melalui pembahasan dan mediasi secara terbuka,kedua belah pihak akhirnya mencapai kesepakatan bersama.

Persoalan yang sempat menjadi perhatian publik tersebut berhasil diselesaikan secara kekeluargaan dengan mengedepankan nilai persaudaraan,saling menghormati,serta menjaga martabat kedua organisasi dan wilayah adat yang ada di Raja Ampat.

Sebagai bentuk komitmen atas penyelesaian tersebut,kedua belah pihak menandatangani surat pernyataan damai yang disaksikan sejumlah tokoh senior dan masyarakat.

Salah satu saksi yang hadir dalam proses tersebut adalah Pdt. Albert Mayor bersama beberapa senior lainnya.

Melalui penandatanganan surat pernyataan tersebut,kedua belah pihak sepakat mengakhiri persoalan terkait video dan lagu yang diduga mencemarkan nama baik IPPMKB-KOF serta tidak lagi memperpanjang polemik di ruang publik.

Dalam kesempatan itu,Pdt.Albert Mayor selaku senior dan tokoh yang dituakan menegaskan bahwa setelah seluruh pihak mencapai solusi dan kesepakatan bersama,maka persoalan yang sempat mencuat di media sosial dinyatakan selesai.

Ia meminta seluruh pihak menghormati hasil kesepakatan yang telah dibuat dan menjadikan peristiwa tersebut sebagai pembelajaran bersama.

Menurutnya,generasi muda perlu lebih bijaksana dalam menggunakan berbagai platform digital,termasuk Facebook dan TikTok,karena setiap unggahan dapat berdampak luas terhadap nama baik individu,organisasi,maupun kelompok masyarakat.

Albert Mayor juga berharap hubungan persaudaraan antara IKPM Korawesi dan IPPMKB-KOF tetap terjaga dengan baik serta terus mengedepankan nilai-nilai kekeluargaan,persatuan,dan saling menghormati sebagai bagian dari budaya masyarakat Raja Ampat.

Ia menilai penyelesaian secara damai yang dicapai menjadi bukti bahwa setiap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog dan musyawarah tanpa harus menimbulkan konflik yang berkepanjangan.

Artikel Terkait : Open Turnamen Billiard Dandim Cup I Teluk Bintuni Resmi Digelar, Muklis Sampe: Libatkan Atlet Muda dan Putri

Pengurus kedua organisasi turut mengimbau seluruh anggota dan masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial serta menghindari unggahan yang berpotensi menimbulkan konflik,sehingga situasi yang kondusif dan hubungan kekeluargaan tetap terjaga.(TifaPapua.net/Resnal Umpain).

Example 300250
Example 120x600