Sorong,TifaPapua.net || Aktivitas pelayanan di Kantor Bupati Kabupaten Sorong lumpuh total selama dua hari akibat aksi pemalangan yang dilakukan oleh sekelompok warga menggunakan bambu dan kain merah.
Baca Juga : Tiga Pejabat Setda Sorong Jadi Tersangka Korupsi,Negara Rugi Rp57,36 Miliar
Hingga hari kedua,pelayanan publik belum berjalan normal dan berdampak langsung pada masyarakat.
Aksi pemalangan dilakukan dengan menutup akses utama kantor bupati menggunakan susunan bambu yang diikat serta dibentangkan kain merah sebagai simbol larangan melintas.
Akibatnya,aparatur sipil negara (ASN) tidak dapat masuk ke area perkantoran,sementara masyarakat yang hendak mengurus berbagai keperluan administrasi terpaksa kembali tanpa mendapatkan layanan.
Pemalangan ini dilakukan sebagai bentuk tuntutan warga kepada pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) agar segera memberikan klarifikasi terkait persoalan hukum yang menjadi perhatian publik.
Warga menilai hingga saat ini belum ada penjelasan resmi yang memadai,sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Peristiwa tersebut terjadi sejak hari kerja, saat aktivitas pemerintahan sedang berlangsung.
Sejumlah pegawai terlihat hanya menunggu di luar area kantor,sementara pelayanan penting seperti administrasi kependudukan dan perizinan tidak dapat berjalan.
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan dan tokoh masyarakat terus melakukan koordinasi dan pendekatan dialogis dengan warga.
Artikel Terkait: Tiga ASN Pemkab Sorong tersangka korupsi rugikan negara Rp54 miliar
Upaya ini dilakukan untuk mencari solusi damai tanpa memperpanjang dampak terhadap pelayanan publik.(TifaPapua.net/Resnal Umpain).







