Kabupaten Sorong,TifaPapua.net || Penolakan terhadap rencana pelantikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sorong yang disebut bukan berasal dari Suku Moi mulai mencuat.
Baca Juga : Izin Pemotongan kapal Di Makbon Berujung Ancaman,Jurnalis Siap Tempuh Jalur Hukum
Aspirasi tersebut disampaikan melalui sebuah pamflet atau spanduk yang dipasang di pagar Kantor DPRD Kabupaten Sorong pada Senin (6/7/2027).
Dalam pamflet tersebut,kelompok yang mengatasnamakan Suku Besar Moi menyatakan penolakan terhadap pelantikan Sekda apabila jabatan tersebut diberikan kepada sosok yang bukan berasal dari Suku Moi.
Aksi itu menarik perhatian masyarakat yang melintas di sekitar kompleks perkantoran pemerintahan.
Hingga berita ini ditulis,belum diketahui secara pasti pihak yang memasang pamflet tersebut.
Namun,isi pesan dalam spanduk menunjukkan adanya tuntutan agar Pemerintah Kabupaten Sorong mempertimbangkan aspirasi masyarakat adat dalam proses penunjukan pejabat Sekda.
Munculnya penolakan ini diduga berkaitan dengan harapan sebagian masyarakat adat agar jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sorong dapat diisi oleh putra daerah, khususnya dari Suku Moi sebagai pemilik hak ulayat di wilayah tersebut.
Belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Sorong maupun DPRD Kabupaten Sorong terkait isi tuntutan dalam pamflet tersebut.
Media masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait untuk memperoleh penjelasan yang berimbang.
Perkembangan persoalan ini diperkirakan akan menjadi perhatian publik,mengingat jabatan Sekda memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Artikel Terkait : Ferry Onim Dukung Pelantikan Sekda Kabupaten Sorong, Nilai Penguatan Birokrasi Berbasis Merit sebagai Langkah Strategis Reformasi Tata Kelola Pemerintahan
Media akan terus mengikuti perkembangan informasi dan menyajikan fakta setelah memperoleh konfirmasi dari pihak berwenang agar pemberitaan tetap akurat,berimbang,dan sesuai dengan kaidah jurnalistik.(TifaPapua.net/Resnal Umpain).







