Hukum & Kriminal

Kapolda Papua Barat Didesak Evaluasi Dansat Brimob atas Dugaan Oknum Brimob Bekingi Tambang Ilegal Wasirawi

24
×

Kapolda Papua Barat Didesak Evaluasi Dansat Brimob atas Dugaan Oknum Brimob Bekingi Tambang Ilegal Wasirawi

Share this article
Example 468x60

Manokwari,TifaPapua.net || Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare didesak mengevaluasi Dansat Brimob Polda Papua Barat menyusul dugaan keterlibatan oknum anggota Brimob dalam melindungi aktivitas pertambangan emas ilegal di kawasan Sungai Wasirawi,Warmomi,dan Wariori,Distrik Masni,Kabupaten Manokwari.

Baca Juga : Kalami Palang Pertamina EP Sorong,Komunitas Jurnalis OAP Minta Pemerintah Turun Tangan

Example 300x600

Desakan tersebut disampaikan advokat Melkianus Indouw,S.H.,yang meminta kepolisian mengusut tuntas dugaan keterlibatan aparat,menertibkan aktivitas tambang ilegal,serta memastikan penegakan hukum berjalan tanpa pandang bulu.

Menurut Melkianus,berdasarkan informasi yang diterimanya,aktivitas pertambangan emas di kawasan Wasirawi diduga masih berlangsung.

Ia mempertanyakan mengapa kegiatan yang dipersoalkan tersebut seolah-olah tetap berjalan dan meminta Kapolda menjelaskan langkah penanganan yang telah dilakukan.

“Kapolda Papua Barat harus bertindak tegas.Jangan sampai aktivitas tambang emas ilegal terus berlangsung seolah-olah tidak ada persoalan hukum.Jika ditemukan keterlibatan oknum aparat,siapa pun orangnya harus diperiksa dan diproses sesuai ketentuan hukum,tegas Melkianus,Sabtu (10/10/2026).

Ia secara khusus meminta evaluasi terhadap Dansat Brimob menyusul informasi mengenai dugaan keterlibatan dua anggota berinisial I dan A.

Namun,dugaan tersebut perlu dibuktikan melalui pemeriksaan resmi dan tidak dapat dianggap sebagai fakta sebelum ada hasil penyelidikan.

“Kami meminta Kapolda Papua Barat mengevaluasi Dansat Brimob.Ada informasi mengenai dugaan keterlibatan anggota berinisial I dan A yang harus diperiksa secara objektif.Jangan sampai persoalan ini terus berkembang dan menimbulkan persepsi negatif terhadap institusi kepolisian,”ujarnya.

Melkianus juga menyebut sejumlah nama yang menurut informasi yang diterimanya diduga berkaitan dengan aktivitas pertambangan di kawasan tersebut,yakni Samsir,Radit,Bunda Ros, Edimen,Bintang,H.Rahman,H.Sudi,Ippang,Pidi,H.Rusdi,Samad,Alvian,Haji Puddin, Rofik,Dedi Mutia,HJ Rasni,Samsul,dan Achiang.

Ia turut menyebut Koko Atek dan Abeng,yang menurut keterangannya diduga memiliki 19 unit ekskavator di lokasi tambang Wasirawi.

Seluruh informasi mengenai pihak-pihak yang disebutkan,kepemilikan alat berat,serta dugaan keterlibatan dalam kegiatan pertambangan tersebut perlu diverifikasi oleh aparat penegak hukum.

Melkianus membandingkan kondisi saat ini dengan langkah penertiban yang menurutnya pernah dilakukan pada masa kepemimpinan Kapolda Papua Barat sebelumnya,Irjen Pol Isir.

“Pada masa Pak Isir,ada langkah konkret yang dilakukan.Namun,pada masa kepemimpinan Pak Papare,menurut pengamatan kami,aktivitas itu seperti berjalan normal kembali. Sebenarnya ada apa? Kapolda harus menjawab keresahan publik dengan tindakan nyata,”katanya.

Ia menegaskan,kritik tersebut bukan untuk menyimpulkan adanya keterlibatan pimpinan kepolisian,melainkan mendorong klarifikasi dan pemeriksaan terbuka atas dugaan yang berkembang di tengah masyarakat.

Melkianus turut mengungkapkan bahwa pihaknya menerima informasi mengenai dugaan aktivitas prostitusi dan kegiatan yang menyerupai tempat hiburan malam di sekitar kawasan tambang Wasirawi.

Ia menyebut nama Bunda Vita dan Karnia dalam kaitan dengan informasi tersebut.Namun,bentuk kegiatan,pihak yang bertanggung jawab, dan kemungkinan pelanggaran hukum masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.

“Kami juga memperoleh informasi mengenai dugaan aktivitas prostitusi dan kegiatan bernuansa tempat hiburan malam di kawasan tambang.Informasi ini perlu ditelusuri aparat penegak hukum agar jelas fakta dan pihak-pihak yang bertanggung jawab,”ujarnya.

Melkianus meminta aparat tidak hanya berfokus pada aktivitas pengerukan material tambang,tetapi juga menelusuri dugaan pelanggaran lain apabila ditemukan bukti yang memadai.

Ia berharap Kapolda Papua Barat segera memberikan kejelasan mengenai penanganan tambang emas ilegal Wasirawi,termasuk tindak lanjut atas informasi dugaan keterlibatan anggota Brimob.

Menurutnya,pemeriksaan yang objektif dan transparan penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri sekaligus memastikan bahwa setiap dugaan pelanggaran ditangani berdasarkan bukti,bukan dilindungi karena kedekatan atau jabatan.

Artikel Terkait : Polda buru pemodal tambang emas ilegal di Manokwari

Media ini sedang berupaya menghubungi Dansat Brimob Polda Papua Barat untuk mengkonfirmasi informasi tersebut.(TifaPapua.net/Tim).

Example 300250
Example 120x600