Disperindag PB Gelar BIMTEK Kerajinan Anyaman di Raja Ampat

Waisai,Tifapapua.net || Pemerintah Propinsi Papua Barat,melalui dinas perindustrian dan perdagangan menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) kerajinan anyaman di kabupaten Raja Ampat.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari sejak pembukaan tanggal 19–21 juli 2022,digedung syalome syeben/gedung wanita waisai.

Kegiatan di hadiri Asisten III Setda Raja Ampat,Ferdinand Rumsowek,M,Kes,Kepala disperindag,Syamsuddin Nimanuhu,SE kepala seksi industri aneka kerajinan dan pangan,Roland Raweyai,SE. MM dan Tim,Serta 20 orang Peserta IKM di Raja ampat

Pejabat Gubernur Papua barat, Komjen Pol.(Purn) Drs.Paulus Waterpauw, M.Si.Dalam sambutan tertulisnya, yang dibacakan asisten III Setda Raja Ampat,Ferdinand Rumsowek,M.Kes,Sampaikan pelaksanaan kegiatan hari ini merupakan upaya yang positif dalam pengembangan industri kecil menengah (IKM) terhadap usaha kecil menengah (UKM) di Raja Ampat.

Menurut Gubernur,bahwa revolusi industri merupakan suatu tahapan pola ekonomi digital,artificial,intelligence big,data mencanangkan inisiasi ekonomi Kerakyatan yang juga “makin sebagai agenda pembangunan nasional untuk mempercepat tercapainya aspirasi menjadi negara 10 terbesar industri di dunia tahun 2030

Dikatakan,Papua merupakan salah satu pulau di indonesia yang memiliki sekitar 250 kelompok suku bangsa dan 300 bahasa lokal yang tersebar di seluruh pelosok

Dalam keseharian kehidupan masyarakat Papua memanfaatkan unsur alam,salah satunya produk budaya yang unik dan khas adalah kerajinan anyaman.

Kerajinan anyaman tersebut,sudah tersebar dibeberapa daerah yakni, Jayapura,Paniai,Wamena,Merauke,Sorong termasuk Manokwari

Dengan demikian upaya untuk melestarikan anyaman tentu tidak berhenti pada penetapan sebagai warisan budaya tetapi dengan menjaga,melindungi mengembangkan noken.”kata Pj Gubernur Papua Barat.

Secara khusus diKabupaten Raja Ampat,adanya bimtek ini diharapkan para peserta membuat design anyaman yang menarik

Dia juga berharap,BIMTEK anyaman dikabupaten Raja Ampat Propinsi Papua Barat tahun 2022,dapat bermanfaat bagi perkembangan IKM kerajinan anyaman di Papua Barat khusunya Raja Ampat”harapnya. (REK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan