Massa GRD Tolak Kenaikan BBM Dan Harga Tiket Di Raja Ampat

WAISAI, Tifapapua.net || Tolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) gerakan revolusi demokratik komite Kabupaten Raja Ampat unjuk rasa di kantor DPRK Raja Ampat.Kamis (8/9/2022).

Kordinator lapangan (korlap) yang juga sebagai Ketua gerakan revolusi demokratik komite kabupaten Raja Ampat Johan Sauyai,kepada awak media mengatakan.Aksi yang dilakukan untuk menyampaikan aspirasi menyangkut kenaikan harga tiket yang di akibatkan naiknya harga BBM.

Akibat naiknya harga BBM bersubsidi yang mahal itu,menjadi sebuah solusi bagi negara,namun berdampak ekonomi buruk bagi masyarakat berpenghasilan rendah maupun kelompo usaha kecil menengah.

Menurut Johan,jika hal ini dibiarkan maka akan menindas masyarakat berpenghasilan rendah.

Dikatakan,aksi unjuk (GRD) agar mendesak DPRD Kabupaten Raja Ampat khususnya komisi II yang menangani masalah transportasi laut,agar memanggil pihak PT. Belibis Putra Papua Mandiri terkait alasan apa,menaikan harga tiket tanpa adanya persetujuan kesepakatan harga antara pihak perusahaan,Pemda Raja Ampat dan DPRD.

Sebab menurutnya kenaikan harga BBM di kabupaten Raja Ampat sangat berpengaruh terhadap kehidupan ekonomi masyarakat nelayan yang tersebar di 117 kampung dan 24 distrik kabupaten Raja Ampat.

Menanggapi aksi tersebut,Ketua Komisi I Fahmi Macap dalam keterangannya,bahwa unjuk rasa yang akan dilakukan oleh GRD,merupakan aksi penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi dan meminta pihak PT.Belibis Putra Papua Mandiri agar menurunkan harga tiket tersebut.”ujarnya.

Dikatakannya,aksi tersebut menjadi kewenangan ranahnya komisi II.Namun,melibatkan komisi lain juga untuk kepentingan rakyat.

Massa Demi Tolak Kenaikan BBM Tolak kenaikan BBM.GRD unjuk Rasa Dikantor DPRK Raja Ampat.
Penyerahan pernyataan sikap kepada DPRD Raja Ampat

“Tuntutan aksi membiarkan,sebab ini adalah aspirasi yang disampaikan langsung sehingga perlu disikapi dengan serius.Dengan demikian selaku ketua komisi I DPRK Raja ampat,akan menyampaikan hal ini kepada pimpinan DPRK dan komisi II agar segera menyiapkan waktu menyurati Pihak PT belibis putra papua mandiri,dan pemda Raja Ampat untuk menyikapi hal ini,”Pungaksnya.

Perlu di ketahui,bahwa PT Belibis Putra Papua Mandiri merupakan pengelola kapal cepat tujuan Waisai—Sorong.Rincian tarif mengalami kenaikan yang cukup siginifikan yakni harga sebelumnya Rp.100 ribu menjadi 140 untuk kelas ekonomi sedangkan ruang VIP Rp.215 Ribu Rupiah sekarang naik meningkat menjadi 250 ribu Rupiah.(REK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *