Guru Mangkir Laksanakan Tugas,Siswa SD Inpres 12 Kapadiri Terlantar

Waisai,TifaPapua.net – Potret pendidikan di pelosok daerah Indonesia jauh dari kata layak.Banyak Kendala yang membuat anak-anak Indonesia tak bisa belajar dengan baik.

Seperti yang terjadi di Sekolah Dasar Inpres 12 kapadiri Distrik Supnin Kabupaten Raja Ampat Propinsi Papua Barat.Kegiatan belajar mengajar sering terganggu, karena guru sering meninggalkan tanggung jawab sebagai seorang pendidik dan lebih memilih berada di kota ketimbang tempat tugas.

kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Raja Ampat, Juariah.Saifuddin,membenarkan informasi tersebut dan mengatakan,guru tenaga pengajar SD Inpres 12 Kampung Kapadiri hanya 3 tenaga pengajar atau guru,termasuk kepala sekolah.,”ungkapnya,kepada wartawan media ini,melalui telepon selullernya.Selasa,(08/03/2022).

Hal senada disampaikn,Cherina Celine salah satu tenaga guru bidang studi bahasa Inggris.Sebagai,tenaga guru kontrak yang terpaksa mengambil alih untuk mengajar siswa kelas kecil dan kelas umum.Sedangkan,dua guru dan Kepala Sekolah dikabarkan ke kota alasan urusan penting,”ujarnya.

Guru Mangkir Tugas,Siswa SD Inpres 12 Kapadiri Terlantar
Cherina Celine Guru kontrak forum intelektual Suku Maya kabupaten Raja Ampat

Ia juga mengatakan,materi yang diberikan lebih fokus kepada kelas kecil,sebab kata dia,sebagian besar murid belum bisa mengerti membaca dan menulis,”pungkasnya.

“Saat ini,saya mengajar lebih fokus kepada kelas kecil,karena sebagian murid belum bisa membaca dan menulis.Selain hal itu,SD Inpres 12 juga belum ada bidang studi bahasa Inggris,karena kekurangan tenaga pendidik,”ungkap,Cherina Celine Guru kontrak forum intelektual Suku Maya kabupaten Raja Ampat itu.

Menurutnya,jika kondisi ini dibiarkan secara otomatis para siswa ketinggalan mata pelajaran.Padahal,siswa sendiri sangat antusias untuk belajar,”cecarnya.
Ia pun menyayangkan,jika hal ini dibiarkan akan sangat merugikan generasi Raja Ampat yang akan datang.Oleh sebab itu,kepada dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Raja Ampat,diharapkan segera mengambil langkah,”pungkasnya.

Kampung Kapadiri memiliki,potensi alam wisata yang memikat.Oleh karenanya, upaya sebagai tenaga pendidik menyiapkan lebih awal sumber daya manusia (SDM)nya, agar tahun yang akan datang kampung wisata Kapadiri dibuka SDM juga sudah siap,”Tandasnya.(REK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *